Buku ini mengulas tentang: 1. Model pembelajaran dan pengajaran ( Model John Caroll, Proctor, Cruckshank, Gage dan Berliner, dan Model Huitt) 2. Model Trasaksional dalam proses pengajaran (mengenal istilah WYMIWYG) 3. Gaya pembelajaran Eksperensial, 4. David Kolb dan model pembelajaran eksperensial, 5. Orientasi sosial terhadap pembelajaran, 6. Model pembelajaran dalam pengajaran bahasa, …
Agam itu selalu sendiri. Tidak ada penyemangat atau sosok yang selalu menyemangatinya. Ditengah kesulitan hidup yang pelik, Agam berusaha keras tetap bertahan. Menanti sebuah pelukan hangat dari satu-satunya keluarga yang ia punya. Selain pelukan, Agam membutuhkan senyuman hangat serta pengakuan. Bahwa ia masih benar dianggap.
Menyajikan ulasan mendalam tentang dinamika kehidupan pesantren-pesantren yang pengaruhnya di tanah air cukup besar, bahkan melintas batas hingga mancanegara.
Buku panduan wisatawan ini berisi petunjuk syariat islam terkait berwisata. Buku ini menerangkan hukum-hukum Islam yang terkait dengan wisata, baikmakanan, pakaian, pembiayaan keuangan dan lainnya. Juga bagaimana melaksanakan shalat,puasa dan ibadah-ibadah lainnya.
Buku ini menyajikan pembahasan tentang 300 jenis dosa dan kesalahan yang sering dilakukan kaum wanita dan cenderung diremehkan oleh mereka. Tanpa ada motif untuk menyudutkan dan menghakimi kaum wanita, buku ini hadir sebagai cermin jernih bagi kaum wanita
"“Buya Hamka merupakan ulama dan mubaligh yang hebat. Banyak ulama besar, tap tidak menjadi mubaligh yang besar. Saya pernah mendengar ceramah beliau ketika di Makasar sebanyak 36 kali ceramah, dan tidak ada satu pun yang sama. Hebat sekali,” H. Muhammad Jusuf Kalla, Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia/Mantan Wakil Presiden. Buku ini memuat serangkaian kisah tentang Buya Hamka…
buku ini membahas secara mendalam tentang cinta dalam pandangan seorang muslim. Tentu tidak sama orang yang merasakan cinta berdasarkan agama dengan orang yang merasakan cinta atas dasar rasa semata.
Di mata Alllah dan Rasul-Nya wanita kedudukannya dinilai sederajat dinilai sederajat dengan kaum lelaki.Akan tetapi , tugas dan fungsi mereka jauh berbeda. Masing-masing saling melengkapi dan tidak akan memperasingkan diri melalui superioritasnya.
Tidak diragukan lagi bahwa di zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi ini bisa menjadikan sebagian manusia rusak karenanya, dan juga baik karenanya. Jika ia tahu makna kemajuan dari teknologi sekarang ini pasti ia akan menggunakan sebaik-baiknya untuk keberhasilan dalam bidang da'wah maupun bisnis. Tetapi jika sebaliknya, ia tidak memanfaatkan dengan baik maka itu semua akan dapat menghantar…
Buku ini mencoba menggugah kembali kesadaran kita, bahwa, dengan “kehadira” hati, ibadah-sebenarnya-adalah nikmat spiritual, bukan beban fisik. Dengan dialog bahasa, penulis mengurai sisi keindahan ibadah, dilengkapi tips-tips tertentu untuk “menghadirkan” hati, agar ibadah lebih dekat.