Buku ini berisi tentang sejarah pemerintah darurat republik Indonesia, terhitung sejak indonesia sebelum merdeka. Pada buku ini dijelaskan secara runtut berdasarkan tanggal kejadian serta disusun berdasarkan susunan arsip
Revolusi kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu periode sejarah nasional yang akan senantiasa diingat oleh segenap rakyat Indonesia. Meskipun demikian, di antara kita tidak banyak yang dapat memperoleh atau memberikan gambaran cukup luas mengenai periode sejarah pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia. Hal ini mendorong penulis untuk mengungkap kembali peristiwa bersejarah ini guna melen…
Buku ini menceritakan rentetan kisah perjuangan mereka yang sangat dijiwai oleh semangat persatuan bangsa. Melalui buku ini, kita dapat merasakan gelora semangat di hati rakyat. Semangat persatuan inilah yang seharusnya kita hayati, kemudian kita terapkan dalam kehidupan.
Buku ini membahas tentang benteng-benteng peninggalan Belanda di Indonesia sebagai bangunan tua peninggalan masa penjajahan
Buku ini membahas kiprah pers di tanah air yang selalu terkait erat dengan pergolakan bangsa. Selain itu, buku ini juga mengupas seluk-beluk pers, seperti teori-teori pers, pasang surut kebebasan pers, dan kasus-kasus pers di negeri ini.
San Pietro, Colosseum, Menara Pisa, Danau Lugano, Mount Titlis, Lion Monument, Eifel, Louvre, hingga Windmolen. Itulah perjalanan Nurinwa berkeliling Eropa--dari Roma, Venesia, Paris, sampai Amsterdam. Di setiap perjalanan dia mengamati, mendengar, menggumam, mengenang, bersenandung, dan menyanyi. Dari gumam dan kenangan inilah Nurinwa juga membawa pembaca kembali ke tempo doeloe, kepada masa k…
Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional (IDSN) yang berada pada Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah berhasil menerbitkan seri buku biografi dan kesejarahan. Penulisan buku-buku kesejarahan wajib kita tingkatkan mengingat perlunya kita untuk senantiasa memupuk, memperkaya, dan memberi corak pada kebuda…
Suatu kali, bersama Jusupadi Danuhadiningrat, pemuda asal Yogyakarta, dan Adnan Kapau Gani, pemuda Minangkabau penyuka makanan Palembang, Muhammad Yamin berkelakar tentang persatuan “menu” Nusantara. “Kalau situ dahar gudeg ame nasi, jangan lupa plus ama pempek-nya,” ucap Adnan. Yamin lalu nyeletuk, “Dan bagus-an lagi, tambah rendang.” Sebagai penggerak Kongres Pemuda I, 2 Mei 1926,…