Sakina sedih dan kecewa. Hanya karena ayahnya sering berpindah lokasi kerja, dia harus dititipkan di sebuah pondok pesantren putri. Ya, Sakina akan menjalani hari-harinya dengan bersekolah dan tinggal di sebuah pesantren di pinggiran kota Bandung. Mama bilang, semua itu agar Sakina dapat berkonsentrasi belajar dan tidak terganggu sekolahnya karena harus sering berpindah-pindah. Tentu saja Sakiā¦