Dear Diary… Aku tidak berharap apa pun yang bukan milikku. Aku tidak berharap hidup sempurna di dunia ini. Aku hanya berharap aku tau tujuan hidupku. “Ketika hati dirundung benci, akan apa yang tidak disukainya Apakah mampu diri ini mencinta?” “Ketika esok dipertanyakan, apa yang akan terjadi, Apakah bisa diri ini menghadapinya?” “Ketika batin sudah mulai terkunci, akan r…
Bagiku, kamu adalah sosok yang istimewa. Kamu adalah cinta pertama, dan barangkali cinta terakhir. Kamu adalah pemberhentian yang paling nyaman sekaligus menyakitkan dalam perjalanan hidupku. Kamu adalah terima kasih yang tak ingin aku ucapkan, dan kamu adalah maaf yang tak ingin aku rundingkan. Semua waktu yang telah dilalui, akan membekas pada hati terpatri dan sukar dibuat mati. Sebab, aku s…
Surat untuk yang Pernah Patah Hati dipersembahkan kepada siapa saja yang datang, yang bertahan dan yang pergi di dalam perjalanan hidup. Bahwa, tidak semua hal sesuai harapan, tidak semua hal seindah yang kita bayangkan. Kecewa adalah hal yang manusiawi. Hei, kamu! Bisa jujur sebentar saja? (Tak apa setelah ini kau bersandiwara seperti biasa) Cinta itu masih ada? Rindu itu masih tumbuh? P…
Setelah kepergianmu, tidak ada yang cukup mudah untuk dikatakan baik-baik saja. Menerima kehilangan bukanlah hal yang sederhana. Kamu yang biasa ada, kini tidak lagi tinggal dan menjadi teman dikala sepi menerpa. Meski di luar sana banyak yang terus membujukku untuk melupakan bayangan masa lalu, tetapi bisakah? Hanya itu pertanyaan yang selalu terngiang di kepalaku. Novel Lebih dari Du…
Siapa yang dapat mengartikan rindu dengan lugas? Seperti layaknya kebanyakan manusia, saya juga sedang bergulat dengan kenangan juga perasaan yang meluap pengap. Terlebih ketika rindu melanda, ia bagaikan banjir menderas yang menenggelamkan kita dalam kesedihan yang begitu manis. Setiap orang punya banyak cara dalam menangani kerinduan yang mendalam. Sedangkan saya lebih memilih menulis untuk m…
buku ini membahas secara mendalam tentang cinta dalam pandangan seorang muslim. Tentu tidak sama orang yang merasakan cinta berdasarkan agama dengan orang yang merasakan cinta atas dasar rasa semata.
Buku ini adalah kelanjutan dari karya Lukam Hakiem sebelumnya yang berjudul "Merawat Indonesia : Belajar dari Tokoh dan Peristiwa". Sebagai penulis yang dekat dan berinteraksi langsung dengan para pelaku sejarah, buku ini tentu sangat menarik. Kisah-kisah yang dituliskan sangat mengalir dan memotivasi para pembaca untuk bercermin dari para tokoh tersebut. Sebagai seorang aktivis dan jurnalis, p…
Aku dititipi perjuangan bersama engkau semua, anak-anak dan cucu-cucuku. Perjuangan yang meskipun engkau dikepung oleh kegelapan, tapi engkau tetap sanggup menerbitkan cahaya dari dalam dirimu. Meskipun terbata-bata di jalanan yang sangat terjal, engkau tetap mampu menata kuda-kuda langkahmu sehingga keterjalan jalan itu bergabung ke dalam harmoni tangguhnya langkah-langkahmu. Bahkan, sekalipu…
Sepanjang masa hidupmu, kelak kamu akan menemui buah simalakamamu sendiri. Namun, tahukah kamu buah simalakama yang rasanya paling getir? Yang kesakitannya bukan hanya dirasakan oleh dirimu saja, melainkan harus dipikul oleh jutaan orang di sekitarmu. Inilah simalakama itu: Ibu sebagai jelmaan alam, Bapak berwujud pemerintah, dan Rakyat yang menjadi anak-anaknya. Bapak yang kau pikir mengayom…
Buku ini merupakan kelanjutan dari Markesot Bertutur. Pertama kali diterbitkan Ikapi, Jakarta, tahun 1994. Pada tahun itu Kompas menulis, “Buku ini (Markesot Bertutur Lagi) mampu mengharu-biru perasaan pembacanya dengan humor, keseriusan, sikap kritis, kepolosan, kesedihan, dan kekaguman.” Cak Nun masih konsisten mengambil karakter Markesot sebagai individu yang menjelaskan realitas sosial …