Novel Kekasih Cahaya adalah cerita kisah cinta seorang tunanetra bernama Cahaya, alur yang berliku dan penuh tanda tanya membuat novel ini layak untuk kita baca.
Kulihat kamu masuk ke dalam cafe kemudian memesan segelas cappuccino. Di sebelah kasir ada rak berisi buku-buku. Kamu mengambil satu novel berjudul Mr & Mrs Writer. "Apakah novel ini bagus?" Kasir mengangguk dengan antusias. "Bercerita tentang apa?" Kasir melirikku lalu tersenyum. Aku ingin membalas senyumannya tapi tak bisa. "Kisah yang ada di sekitar hidupmu. Tentang mencapai cita. Tentang me…
Tidak mendengar bukan berarti tidak bisa merasakan. Dus css tak-tak! Dus css tak-tak! Dus csssss Tak! Dusss csss tak! Jantung Bu Sulis berdebar dua kali lebih keras. Wulan, anak semata wayang yang diketahui tunarungu itu tengah duduk di belakang drum. Wulan menirukan gerakan Pak Darmo, ayahnya, dari balik layar televisi. Pak Darmo meninggalkan keluarganya sejak mengetahui bahwa Wulan dinyatak…
Masyarakat percaya bahwa dusun terpencil itu sebagai tempat kerajaan jin, sampai di kemudian hari datang seorang kyai yang berhasil melakukannya. Namun masih ada sekelompok jin berkepala batu yang berjanji akan tetap mengganggu. Ketika itu para pasukan tentara membabi buta. Semua tokoh masyarakat yang berada d i lingkungan DI/TII Ikut diciduk, termasuk Kyai Salamun. Tanpa hukum dan pengadilan,…
Dua perempuan berebut lelaki yang dicintai tentu sudah biasa. Tetapi, bagaimana jika hal itu terjadi antara ibu dan menantu perempuannya? Sang ibu, begitu cintanya, tak ingin kehilangan sang anak meskipun anaknya sudah beristri. Di sisi lain, sang menantu (istri) merasa lebih berhak mencintai karena baginya itulah bakti terbesar terhadap suami. Masing-masing pihak merasa lebih berhak dan benar …
Buku ini merupakan buku yang unik, dimana sang penulis mencoba untuk meruntuhkan argumen liberal dengan cara yang lucu dan tentunya penuh pelajaran yang bisa diambil.
Kiai Kocak Ronde #3 Demam Kampanye Virus opini Pilpres kemarin ini benar-benar ampuh. Saking ampuhnya, orang-orang terkena serangan 'demam' kampanye. Pedagang kuli, karyawan, mahasiswa, relawan dan takrelawan, budayawan, gerombolan Sepilis, politisi, doses, semua ikut demam. Saat demam menyerang, omongan seorang dosen pun seperti bukan omongan orang berpendidikan. Kata tolol, dungu, pandir, bo…
Ehm..Kali ini Kiai Adung akan lebih sering berjibaku dengan "masalah" perempuan. Mengapa? Karena persoalan hidup. Tak ada hidup jika tidak ada perempuan. swit swiw..! Terlebih,aspek kehidupan. Mulai dari urusan "mempercantik diri" sampai urusan epoleksosbud dan agama pun melibatkan perempuan. Hanya saja sekali lagi, perempuan-perempuan yang dihadapi Kiai Adung kali ini adalah perempuan " Libera…
“Kisah yang dihadirkan dalam buku ini adalah fakta di sekitar kita. Masyarakat seakan memaklumi bahwa profesi guru madrasah harus dijalani dengan ikhlas, tanpa bayaran. Tugas mulia seorang guru belum diimbangi dengan kemuliaan kehidupan di masyarakat. Buku ini menyadarkan tentang hak dan kewajiban seorang guru. “ (DR. H. Ahmad Sofyan, MP.d, Direktur Madrasah Pembangunan UIN Jakarta)