“Dongeng-dongeng yang Tak Utuh” layaknya sebuah ungkapan hati seseorang yang tengah jatuh cinta. Setiap rangkaian bait dalam buku ini seolah mengajak pembaca untuk ikut menikmati perasaan berbunga-bunga saat dilanda asmara. Namun demikian, ada tema lain yang juga tak kalah mengaduk emosi.
Apalagi urusan perasaan Cinta bisa berganti benci Percaya memudar berganti kusam ragu Pun komitmen menipis berubah jadi lupa Tapi aku akan tetap di sini Meyakini bahwa Besok pagi, malam pun akan berganti siang Mawar baru akan merekah ulang Dan hujan berikutnya pasti kan datang Kau sungguh boleh pergi Buku ini adalah buku kedua kumpulan sajak Tere Liye dengan ilustrasi terbaiknya. Buku…
Puisi baru sebagai tanda perkembangan kesusastraan Indonesia memiliki beragam ciri dan pemaknaan. Pemaknaan puisi bertujuan menampilkan isi puisi secara lugas sehingga dapat dipahami. Membedah puisi meliputi dua kegiatan, yaitu menganalisis dan mengapresiasi. Membedah puisi baru dimaksudkan untuk mengetahui secara rinci karakteristik dan mampu memaknai puisi baru. Dengan pengetahuan tersebut ki…
Pengajaran apresiai puisi (teknik penilaian: mencipta puisi, memahami puisi, membaca pusi dan Deklamasi), disusun dalam lima bagian utama. Setiap bagian merupakan rangkaian cara berpikr induktif, agar data-data puisi yang ditemukan dapat dijadikan dasar untuk menentukan sifat-sifat yang umum dari puisi.
Jatuh cinta adalah salah satu anugerah terbaik. Cinta memberi kita kesempatan untuk memahami banyak hal. Cinta juga menjadikan kita lebih dewasa, lebih berani, dan bertanggung jawab. Cinta pula yang menjadikan manusia sebagai manusia. Masing-masing dari kita memiliki kutipan favorit tentang cinta. Satu, sepuluh, atau bahkan seratus kutipan seperti yang ada dalam buku ini bisa menjadi pegangan …
"dengarlah kami, aku mengundangmu kemarilah ... Lihatlah aku ... maka kau akan tahu, siapa aku ..." Seorang nenek tua misterius tiba-tiba muncul di hadapan Andika dan Caca, lalu membacakan bait-bait puisi itu seperti sedang bernyanyi. Mereka berdua kabur karena ketakutan, tanpa mengetahui kalau puisi yang dibacakan si nenek misterius itu menjadi awal dari teror yang akan menghantui mereka.
“Saddha” merupakan buku yang memuat kumpulan prosa, puisi, maupun sajak yang ditulis oleh Syahid Muhammad. Ada begitu banyak karya yang disajikan dalam buku ini, yang dikategorikan ke dalam 7 bagian utama. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama dalam setiap karyanya, membaca buku “Saddha” layaknya menikmati sebuah buku harian indah yang berisi curahan hati tentang perjalanan ci…