Buku ini berisikan nasehat dari Ummi, seorang ibu kepada anak-anak didik, remaja, serta generasi muda ummat yang akan memikul beban dakwah di masa depan yang penuh dengan tantangan zaman.
Buku ini ditulis atas dasar kesadaran iman yang sungguh-sungguh, bahwa nilai-nilai budaya moderen tidak hanya berbeda tetapi bahkan bertentangan dengan ajaran islam; dan setiap usaha yang mencoba untuk mengompromikan antara keduanya hanyalah akan merusak pandangan hidup kaum muslim.
Memahami dan memaknai puisi adalah sebuah proses batin. Memaknai kehadiran Nuh dalam puisi berarti merenungkan kisah kenabiannya, umatnya yang diazab Tuhan dengan banjir besar. Manusia harus kembali menemukan jalan kebenaran
Buku ini ditulis oleh penulis muda yang produktif, dan memiliki latar belakang ilmu kealaman serta keagamaan yang baik. Ia mencoba membahas 'linuriyahu min aayaatinaa' dalam peristiwa Isra' Mi'raj lewat pendekatan keilmuan dan keteknologian dengan penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur'an itu sendiri.
Bagian paling menggetarkan dan sekaligus sensitif dalam buku ini, ialah ketika merekonstruksi teori Big Bang menjadi teori Takbir Semeste serta ketika menyelami rahasia kalimat Kun Fayakun ... Kita akan mendapati jubelan hikmah dan rahasia kekuatan takbir yang secara total menyudutkan kita sebagai anak manusia untuk tak pernah abai dari lengking takbir. Usai membaca buku ini, semua hal yang se…
Buku ini adalah ibarat buku petunjuk untuk mengetahui tehnik, taktik, dan "senjata-senjata" ampuh apa saja yang diperlukan oleh seorang muslim yang tengah meniti jalan dakwah atau tengah berjihad fisabilillah.
Dalam tatanan kehidupan duniawi, berpikir akan dapat mendewasakan diri dan mengantarkan kita kepada puncak kesuksesan. Dalam tataran ukhrawi, berpikir dapat membuka jalan untuk menemukan rahasia penciptaan alam. selanjutnya dapat menyingkap tabir sehingga kita dapat menemukan Tuhan Sang Pencipta. Dengan berpikir, kita dapat bersyukur. Dengan bersyukur, kenikmatan hidup kita semakin bertambah-ta…
Buku ini membahas tentang Garis kehidupan manusia tentang amal perbuatan/ perilaku, Amalan-amalan yang mendatangkan kerugian dan kesengsaraan, Garis kehidupan manusia tentang Rizki atau pangan, Garis kehidupan manusia tentang kematian dan jodoh, Garis kehidupan manusia tentang bahagia dan celaka.
Setiap perbuatan pada hakekatnya akan kembali pada pelakunya. Jika baik akan mendapatkan balasan baik dan jika buruk, maka buruk pula balasannya. Balasan itu diberikan sesuai amal perbuatan yang dilakukan. Oleh sebab itu, Allah melarang berbuat buruk dan zalim. Bahkan dia mengharamkan kezaliman pada Dzat-Nya sendiri.