Text
Laila & Majnun: Roman Sufistik Terindah Sepanjang Masa
Laila & Majnun adalah sebuah kisah cinta termasyhur dari Timur Tengah yang melambangkan cinta mistis kaum sufi. Kaum sufi adalah para pencinta Tuhan, yang berkelana di sahara dunia. Mereka melakukan perjalanan panjang dari pengalaman keterpisahan menuju persatuan dengan Tuhan. Bagi mereka, hubungan dengan Tuhan laksana hubungan pencinta dengan sang Kekasih. Kerinduan akan pertemuan dengan Kekasih membuat para sufi menjauhi dunia dan menenggelamkan diri pada misteri jiwa. Para pencinta Tuhan ini menganggap kisah Laila-Majnun sebagai kisah mereka sendiri; sebuah kisah cinta ruhani yang sarat simbol dan perlambang nan luar biasa. Sebuah kisah cinta yang gila dan mengguncangkan, yang dialami oleh Qais, yang cintanya pada Laila membuatnya menjadi sang Gila, Majnun.
Laila adalah sang Kekasih, Majnun sang Pencinta, dan kisah Majnun adalah kisah sang Pencari yang terbakar kerinduan dan cinta. Dalam karya Nizami yang ditulis pada akhir abad ke-12 ini, hubungan Laila dan Majnun kaya akan simbolisme sufi. Misalnya ketika Majnun, yang terdorong oleh derita perpisahan, merangkak-rangkak mendekati kemah Laila.
Seluruh pancaran fajar adalah Laila, namun sebatang lilin tegak menyala di depannya, lantaran terbakar oleh hasrat. Laila bagai taman terindah, sedangkan Majnun laksana obor kerinduan. Laila menanam serumpun mawar; Majnun menyiraminya dengan air matanya. Dari balik rambut hitamnya yang tergerai, satu lirikan Laila menyihir Majnun. Pemuda itu menjadi budaknya, bagai seorang darwis yang menari-nari di hadapannya. Dengan tangannya, Laila memegang secawan anggur, namun Majnun telah dibuat mabuk oleh aroma harumnya bahkan sebelum menyentuhnya.
Tidak tersedia versi lain