Text
Patung Cinta
Novel ini adalah sebuah tanya. Apakah manusia akan terus menyembah teks dan memberhalakan masa lalu, atau akan memberikan reintervensi untuk memposisikan dirinya dalam dunia yang mereka injak. Dengan mengambil setting cerita di sebuah pesantren pergulatan modernisme dan tradisionalisme kuat mencuat di novel ini. Pergulatan itu pun bertempur dalam benak seorang Fika Aisyah Fatma. Perempuan lugu, haus ilmu, cerdas, kocak, pintar berpendapat dan mulai menyukai patung.
Fika hanyalah bayang-bayang kecil sebuah pencarian yang tak boleh terhenti. Fika pun mencari rasa, mencari jiwa, mencari cinta, dan luruhlah ia oleh satu surat, seperti lazimnya hubungan pemuda-pemudi di pesantren, yang hanya ungkapkan tiga kata kokoh sekokoh roh: aku cinta kamu.
Tidak tersedia versi lain