Text
Sekotak Cinta Untuk Sakina
Sakina sedih dan kecewa. Hanya karena ayahnya sering berpindah lokasi kerja, dia harus dititipkan di sebuah pondok pesantren putri. Ya, Sakina akan menjalani hari-harinya dengan bersekolah dan tinggal di sebuah pesantren di pinggiran kota Bandung. Mama bilang, semua itu agar Sakina dapat berkonsentrasi belajar dan tidak terganggu sekolahnya karena harus sering berpindah-pindah.
Tentu saja Sakina berat menerima keputusan Mama dan Papa ini. Dia tidak ingin tinggal terpisah dari keluarga. Apalagi, pondok pesantren yang akan ditinggalinya tidak sebagus sekolah sebelumnya. Selain fasilitasnya yang tidak lengkap, lokasinya pun sepi dan jauh dari keramaian. Belum-belum Sakina sudah merasa tidak akan betah tinggal di sana. Karena itu, dia mulai menyusun skenario agar Papa dan Mama segera menjemputnya kembali dari pesantren.
Hari-hari pertama tinggal di pondok pesantren, Sakina mulai berbuat ulah. Dia tidak mau mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan di pondok. Sakina bahkan berani menyembunyikan handphonenya dan bermain game diam-diam. Padahal segala bentuk alat komunikasi dilarang digunakan selama berada di pondok. Sakina pun selalu malas-malasan di saat jam pelajaran atau bolos shalat berjamaah. Sakina ingin pulang ke rumah!
Tetapi, sebuah kejutan di hari ulang tahunnya membuat Sakina bimbang. Dia memperoleh hadiah Sekotak Cinta dari teman-teman sekamarnya. Selain itu, ternyata dia mulai melihat banyak hal yang menarik di sekeliling pondok.
Apa sebenarnya yang ada di dalam Kotak Cinta untuk Sakina, sehingga dia mulai bimbang untuk pulang?
Tidak tersedia versi lain